Mau Tahu Apa Itu TikTok Ads? Pelajari Selengkapnya di Sini!
Sebelum memahami apa itu TikTok Ads, perlu diketahui bahwa TikTok telah berkembang pesat sebagai platform media sosial. Keberadaannya menarik perhatian banyak anak muda, terutama generasi Z. TikTok bahkan sempat menjadi pesaing serius bagi Instagram.
Popularitas TikTok telah menjadi ladang yang menjanjikan bagi pebisnis untuk memasang iklan. Dengan jutaan pengguna setiap harinya, banyak pebisnis menggunakan TikTok Ads sebagai strategi pemasaran yang efektif.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari lebih dalam tentang TikTok Ads, termasuk jenis-jenis dan cara menjalankannya. Bagi Anda yang tertarik menggeluti social media marketing, informasi berikut sangat penting untuk diketahui!
Apa Itu TikTok Ads?
TikTok Ads adalah layanan iklan berbayar yang disediakan oleh TikTok untuk membantu bisnis mempromosikan produk, jasa, atau konten mereka kepada audiens yang lebih luas. Iklan yang dipasang di TikTok bertujuan untuk meningkatkan kesadaran audiens akan suatu merek atau untuk meningkatkan penjualan produk.
Menurut Hootsuite, TikTok Ads melibatkan konten berbayar yang ditampilkan oleh suatu brand kepada audiens TikTok. Ada tiga elemen utama dalam TikTok Ads yang perlu dipahami:
- TikTok Ad: Iklan tunggal dalam bentuk video yang berisi promosi atau penawaran khusus.
- TikTok Ad Group: Kumpulan dari beberapa iklan yang dikelompokkan bersama.
- TikTok Campaign: Kumpulan dari beberapa ad group yang dikelompokkan dalam satu kampanye iklan.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ilustrasi sederhana:
Sebuah brand fashion membuat video iklan tentang produk sepatu terbaru mereka (TikTok Ad). Video tersebut merupakan bagian dari beberapa iklan produk sepatu lainnya (TikTok Ad Group). Selain itu, video tersebut juga merupakan bagian dari kampanye iklan produk-produk musim panas (TikTok Campaign).
Jenis-Jenis TikTok Ads
TikTok Ads memiliki berbagai jenis yang dapat disesuaikan dengan tujuan pemasaran. Berikut beberapa jenis TikTok Ads beserta spesifikasinya:
1. TopView Ads
TopView Ads adalah iklan yang muncul sekali sehari setelah pengguna membuka aplikasi TikTok untuk pertama kali. Durasi iklan ini bisa mencapai 60 detik, sehingga cocok untuk brand yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menampilkan produk mereka. Konten yang menarik dapat membuat durasi yang lama ini efektif dalam mendorong rasa ingin tahu audiens.
2. In-Feed Ads
In-Feed Ads muncul sebagai video keempat ketika pengguna menjelajahi feed “For You”. Feed ini menampilkan video yang menarik bagi pengguna berdasarkan algoritma TikTok. Menurut HubSpot, In-Feed Ads dapat mencapai memori lebih detail daripada iklan di televisi, bahkan hingga 23%. Iklan ini memungkinkan brand untuk menyertakan CTA, memudahkan audiens untuk melakukan tindakan seperti pembelian atau pengunduhan layanan.
3. Branded Hashtags
Branded Hashtags digunakan untuk menarik pengguna TikTok agar menggunakan hashtag yang berkaitan dengan brand. Iklan ini memberikan akses eksklusif kepada brand untuk hashtag tersebut. Contohnya, kampanye hashtag #WorldSeries oleh Major League Baseball mendorong pengguna untuk mengunggah video saat mereka merayakan gol. Pengguna yang mengklik hashtag akan dibawa ke halaman internal yang menampilkan konten terkait.
4. Brand Takeovers
Brand Takeovers adalah format iklan yang dapat mencakup TopView, In-Feed, dan Branded Hashtags sekaligus. Jenis iklan ini terbatas hanya untuk satu bisnis dalam satu hari dan biayanya sekitar $50.000 USD per hari. Contoh penggunaan Brand Takeovers adalah kampanye iklan jeans oleh Guess yang berhasil meningkatkan jumlah pengikut TikTok hingga 12 ribu dalam enam hari serta meningkatkan engagement dengan audiens hingga 14%.
5. Branded Effects Ads
Branded Effects Ads menggunakan gambar dua dimensi, tiga dimensi, atau AR untuk menambahkan produk brand ke dalam video. Brand biasanya membuat stiker atau filter tertentu yang bisa digunakan oleh pengguna saat membuat video TikTok. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran pengguna akan suatu merek dan meningkatkan keterlibatan audiens melalui permainan atau interaksi lainnya.
Spesifikasi Video untuk Digunakan Pada TikTok Ads
Untuk memastikan iklan video Anda tampil optimal, berikut spesifikasi yang direkomendasikan untuk TikTok Ads:
- Rasio aspek: 9:16, 1:1, 16:9 (paling baik 9:16)
- Resolusi minimum: 540x960px, 640x640px, atau 960x540px
- Tipe file video: .mp4, .mov, .mpeg, .3gp, atau .avi
- Durasi video: 5 – 60 detik (direkomendasikan 9 – 15 detik)
- Ukuran video: Maksimal 500MB
Bagaimana Cara TikTok Ads Bekerja?
Menurut Sprout Social, berbagai jenis dan bentuk bisnis bisa memanfaatkan TikTok Ads. Bisnis seperti fashion, produk kecantikan, hingga makanan adalah contoh yang cocok menggunakan video sebagai media promosi. Yang terpenting adalah bagaimana menyampaikan pesan dengan durasi terbatas untuk menarik minat audiens.
TikTok Ads lebih cocok untuk bisnis B2C (Business to Consumer) dibandingkan B2B (Business to Business), karena target pasar B2C lebih cenderung berinteraksi dengan konten video. Melansir dari HubSpot, pebisnis harus menyiapkan akun bisnis untuk TikTok Ads terlebih dahulu. Selain itu, jenis pembayarannya juga harus ditentukan.
Ada dua pilihan mode pengelolaan iklan di TikTok Ads, yaitu simplified dan custom:
- Simplified mode: Pendekatan sederhana dan lugas dalam pembuatan iklan, di mana algoritma TikTok dapat melakukan pekerjaan lebih berat.
- Custom mode: Memberikan kontrol penuh kepada pengiklan untuk melakukan penyesuaian, mulai dari A/B test, penentuan target audiens, hingga kombinasi iklan.
Cara Menggunakan TikTok Ads
Berikut langkah-langkah untuk menggunakan TikTok Ads:
1. Buat Akun Bisnis
Buat akun bisnis di TikTok. Setelah itu, masuk ke TikTok Ads Manager untuk memulai pembuatan iklan.
2. Pilih Tujuan Iklan
Pilih tujuan iklan yang sesuai dengan target pemasaran, seperti meningkatkan kesadaran merek, traffic, engagement, atau lead generation.
3. Namakan Kampanye Iklan
Beri nama kampanye iklan Anda. Anda juga bisa mengaktifkan A/B split test untuk percobaan iklan serta mengoptimalkan anggaran.
4. Atur Akun Iklan
Masukkan rincian data negara, zona waktu, dan mata uang. Isilah setiap kolom dengan benar karena ini penting untuk pembayaran iklan Anda.
5. Atur Target Audiens
Tentukan target audiens berdasarkan lokasi, usia, jenis kelamin, dan bahasa. Anda juga bisa menentukan target lebih detail menggunakan fitur ‘Detailed targeting’ atau ‘Connections’.
6. Atur Penempatan Iklan
Penempatan iklan memungkinkan Anda menentukan posisi strategis untuk mempromosikan produk Anda. ‘Automatic Placements’ bisa digunakan jika Anda pemula dalam beriklan.
7. Atur Anggaran dan Jadwal Iklan
Tentukan anggaran dan jadwal penayangan iklan. Anda bisa mengatur sesuai kemampuan bisnis Anda tanpa patokan harga dari TikTok.
8. Luncurkan Iklan
Unggah materi iklan berupa foto, video, atau carousel. Lengkapi teks dan komponen lainnya, lalu lakukan pengaturan agar iklan tampil sesuai ekspektasi Anda.
Dengan memahami dan menggunakan TikTok Ads dengan benar, Anda dapat memaksimalkan upaya pemasaran dan mencapai target bisnis dengan lebih efektif. Semoga panduan ini membantu Anda dalam meraih kesuksesan melalui TikTok Ads.