Contoh Cara Menghitung Penjualan bersih ( Neto )

Dalam dunia bisnis, penting untuk memahami perbedaan antara penjualan bersih (neto) dan penjualan kotor ( bruto ) serta bagaimana cara menghitung keduanya. Penjualan kotor mencerminkan total pendapatan sebelum pengurangan atau potongan apa pun, sementara penjualan bersih adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan semua potongan atau pengurangan.

Dengan memahami konsep ini dan menerapkan perhitungan yang tepat, bisnis dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efisien dan membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan strategi bisnis.

Perbedaan Definisi Penjualan Bersih (neto) dan Penjualan Kotor (bruto)

Dalam dunia bisnis, dua istilah yang sering kali menjadi fokus perhatian adalah penjualan bersih dan penjualan kotor.

Kedua istilah ini merujuk pada aspek yang berbeda dalam mengukur pendapatan suatu bisnis, dan memahami perbedaan antara keduanya penting untuk mengelola keuangan dan strategi bisnis dengan lebih efektif.

Penjualan Kotor (bruto)

Penjualan kotor mengacu pada total pendapatan yang dihasilkan oleh suatu bisnis sebelum dikurangi dengan pengeluaran apa pun.

Ini termasuk semua pendapatan dari penjualan produk atau layanan tanpa mempertimbangkan biaya produksi, distribusi, atau operasional lainnya.

Dalam istilah sederhana, penjualan kotor adalah jumlah uang yang diperoleh oleh bisnis dari penjualan barang atau jasa sebelum mengurangkan biaya yang terkait dengan produksi atau pengadaan barang tersebut.

BACA JUGA :  Apa Yang Dimaksud Dengan Prototyping Dalam Kewirausahaan?

Penjualan Bersih (neto)

Di sisi lain, penjualan bersih adalah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan semua pengurangan atau potongan dari penjualan kotor.

Ini mencakup biaya seperti diskon yang diberikan kepada pelanggan, retur barang, potongan harga, serta biaya lain yang terkait dengan penjualan.

Penjualan neto memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pendapatan yang sebenarnya yang diperoleh oleh bisnis setelah mempertimbangkan semua potensi pengurangan.

Rumus, Contoh Penjualan Bersih (neto) dan Penjualan Kotor (bruto).

[ Baca Juga: Berapa Penghasilan Jadi Youtuber Pemula Selama Setahun Lebih Sedikit? ]

Rumus Dan Contoh Cara Menghitung Penjualan Kotor

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung penjualan kotor, tergantung pada jenis bisnis dan kebutuhan perhitungan yang spesifik.

Metode yang paling umum meliputi:

  1. Perhitungan Manual: Dalam metode ini, penjualan kotor dihitung dengan mengalikan jumlah unit atau produk yang terjual dengan harga jual per unit. Misalnya, jika sebuah bisnis menjual 1000 unit produk dengan harga Rp100.000 per unit, maka penjualan kotornya adalah Rp100.000.000.
  2. Menggunakan Laporan Keuangan: Metode lain adalah dengan menggunakan laporan keuangan bisnis. Dalam hal ini, penjualan kotor dapat diidentifikasi dengan melihat total pendapatan yang tercatat dalam laporan laba rugi atau neraca.

Rumus dan Contoh Cara Menghitung Penjualan Bersih

Setelah mengetahui bagaimana menghitung penjualan kotor, langkah selanjutnya adalah menghitung penjualan bersih (neto).

Ini dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Perhitungan Manual: Penjualan neto dihitung dengan mengurangkan semua potongan atau pengurangan dari penjualan kotor. Ini termasuk diskon yang diberikan kepada pelanggan, nilai retur barang, potongan harga, dan biaya lainnya yang terkait dengan penjualan. Rumus umumnya adalah:Penjualan bersih = Penjualan kotor – Retur – Diskon
  2. Menggunakan Laporan Keuangan: Anda juga dapat menggunakan laporan keuangan bisnis untuk mengidentifikasi penjualan netto. Dengan cara ini, Anda dapat melihat jumlah total pendapatan setelah semua potongan atau pengurangan telah diperhitungkan.
BACA JUGA :  Bagaimana Tahapan Pembuatan Prototype Produk Yang Benar?

Contoh Cara Menghitung Penjualan Bersih

Mari kita lihat contoh sederhana tentang bagaimana menghitung penjualan bersih dengan menggunakan rumus yang telah disebutkan sebelumnya.

Contoh:

Sebuah toko pakaian memiliki penjualan kotor sebesar Rp10.000.000 selama satu bulan.

Namun, selama periode tersebut, terjadi retur barang senilai Rp500.000 dan juga terdapat diskon sebesar 5% dari total penjualan.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Penjualan Kotor:

Penjualan kotor adalah jumlah total pendapatan dari penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi dengan biaya-biaya lainnya.

Penjualan Kotor = Rp10.000.000

2. Menentukan Retur:

Retur adalah jumlah uang yang dikembalikan kepada pelanggan karena barang yang dibeli dikembalikan.

Retur = Rp500.000

3. Menentukan Diskon:

Diskon adalah potongan harga yang diberikan kepada pelanggan. Dalam contoh ini, diskon adalah 5% dari total penjualan kotor.

Diskon = 5% *x Rp10.000.000 = Rp500.000

4. Menggunakan Rumus Penjualan Bersih (neto):

Setelah mengetahui nilai penjualan kotor, retur, dan diskon, kita dapat menggunakan rumus penjualan bersih untuk menghitung jumlahnya.

Rumus Penjualan Bersih (PB)= Penjualan Kotor – Retur – Diskon

PB = Rp10.000.000 – Rp500.000 – Rp500.000
PB = Rp10.000.000 – Rp1.000.000
PB = Rp9.000.000

Jadi, dalam contoh ini, penjualan neto dari toko pakaian tersebut adalah Rp9.000.000.

Itu berarti setelah mempertimbangkan retur dan diskon, pendapatan yang sebenarnya diperoleh oleh toko selama periode tersebut adalah Rp9.000.000.

[ Baca Juga: Apa Fungsi Instagram sebagai Platform Media Sosial? ]

Manfaat Menghitung Penjualan Bersih

Menghitung penjualan (neto) memiliki sejumlah manfaat bagi bisnis, antara lain:

Pengetahuan yang Berharga

Memahami bagaimana menghitung penjualan bersih memberikan wawasan yang berharga tentang kesehatan keuangan bisnis.

Ini membantu manajemen untuk melacak kinerja penjualan dari waktu ke waktu dan membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan strategi bisnis.

BACA JUGA :  Strategi Pemasaran Konvensional dan Digital: Perbandingan dan Kelebihannya

Alat Untuk Evaluasi

Dengan mengetahui nilai diskon, retur, dan potongan harga yang terjadi dalam penjualan, bisnis dapat mengevaluasi efektivitas strategi penjualan mereka.

Informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

Untuk Membuat Laporan Keuangan yang Lebih Rinci

Dengan menghitung penjualan kotor dan bersih secara teratur, bisnis dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih rinci dan terperinci.

Laporan ini dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang kinerja bisnis dan membantu dalam perencanaan keuangan jangka panjang.


Rijal Fahmi Mohamadi

Rijal Fahmi Mohamadi

Memulai karir sebagai Software Engineer, tapi sekarang menjadi pecinta dunia Digital Marketing dengan skill utama: SEO ( Search Engine Optimization ), Menulis, Search Engine Marketing (SEM), Media Sosial dan SEO Data Analisis. Saya suka bekerja secara remote, membantu bisnis berkembang untuk meraih laba dengan kemampuan yang saya miliki. PS: Meskipun Software Engineer bukan profesi utama lagi, namun saya masih bisa coding lho! Saya masih bisa coding bahasa pemograman PHP, dan sedang serius belajar Phyton untuk analisis data.
https://catperku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *