Google Preferred Sources atau Sumber Pilihan Google adalah fitur personalisasi Google Penelusuran yang memungkinkan pengguna memilih situs web dan penerbit berita favorit agar kontennya lebih mudah ditemukan dalam pengalaman pencarian yang relevan. Bagi pembaca, fitur ini membantu mengikuti sumber tepercaya. Bagi pemilik website, ini menjadi kesempatan memperkuat hubungan dengan audiens tanpa harus mengandalkan algoritma untuk setiap kunjungan.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami sejak awal: menjadikan sebuah website sebagai Preferred Source tidak otomatis menaikkan ranking organik situs tersebut untuk semua pengguna. Preferensi berlaku pada pengalaman pengguna yang memilihnya, terutama pada Top Stories, dan dapat memengaruhi penandaan sumber dalam AI Overviews serta AI Mode ketika fitur tersebut tersedia. Preferred Sources juga bukan tombol yang secara otomatis mengatur Google Discover.
Dalam panduan ini kita akan membahas fungsi, cara kerja, tutorial untuk pembaca, persyaratan publisher, penerapan tombol di WordPress, strategi SEO realistis, hingga cara mengukur hasilnya. Untuk memahami konteksnya, Anda dapat mulai dari penjelasan tentang cara kerja search engine dan ragam tampilan pada halaman hasil pencarian (SERP).
Apa Itu Google Preferred Sources?
Google Preferred Sources adalah pilihan personalisasi yang memberi pengguna kendali atas situs atau publisher yang ingin lebih sering mereka lihat ketika Google menampilkan berita dan konten relevan. Google memperkenalkannya secara luas di Amerika Serikat dan India pada Agustus 2025. Selanjutnya, dukungan bahasanya diperluas secara global pada April 2026 dan integrasi ke pengalaman pencarian AI mulai diperkenalkan pada Mei 2026.
Secara sederhana, jika Anda rutin membaca suatu website teknologi, olahraga, bisnis, atau berita lokal, Anda dapat menambahkannya sebagai sumber favorit. Ketika website tersebut menerbitkan materi baru yang sesuai dengan penelusuran Anda, peluang untuk melihat artikelnya di area tertentu pada Google Search menjadi lebih besar. Akan tetapi, kontennya tetap harus relevan; memilih situs bukan berarti setiap artikelnya akan selalu ditampilkan.
Ini berbeda dari mengikuti akun media sosial. Anda tidak sedang berlangganan notifikasi, mengikuti feed tertentu, atau memberi izin kepada Google untuk selalu menempatkan satu website di urutan pertama. Preferensi membantu Google mempersonalisasi presentasi sumber dalam konteks pencarian.
Fungsi dan Manfaat Google Preferred Sources
Konten dari sumber favorit lebih berpeluang muncul di Top Stories
Top Stories atau Berita Utama adalah bagian hasil pencarian yang biasanya ditampilkan untuk kueri berkaitan dengan peristiwa aktual. Ketika Anda telah memilih sumber favorit, artikel baru yang relevan dari sumber tersebut dapat lebih sering muncul di bagian ini. Sistem Google tetap mempertimbangkan kecocokan topik, kualitas, dan kebaruan konten.
Contohnya, Anda memilih sebuah portal transportasi sebagai sumber pilihan. Saat mencari kabar tentang perubahan layanan kereta, pembaruan jadwal, atau gangguan perjalanan, artikel portal tersebut berpeluang lebih menonjol apabila Google menilai kontennya cocok dengan pencarian. Jika tidak ada artikel yang sesuai, fitur ini tidak memaksa situs tersebut tampil.
Bagian khusus “From your sources”
Selain di Top Stories, Google dapat menampilkan bagian From your sources atau “Dari sumber Anda”. Bagian ini membantu membedakan artikel dari publisher yang sengaja dipilih pengguna, tanpa menghilangkan hasil dari situs lain. Pengguna tetap dapat menjelajahi beragam sudut pandang dan tidak dibatasi hanya pada daftar favorit mereka.
Penampilan komponen pencarian bersifat dinamis. Karena itu, tidak setiap pencarian akan memperlihatkan bagian ini. Jika Anda ingin memahami mengapa kueri yang berbeda menghasilkan tampilan berbeda, pelajari juga konsep search intent.
Penandaan sumber dalam AI Overviews dan AI Mode
Google pada Mei 2026 mengumumkan perluasan Preferred Sources ke AI Overviews dan AI Mode. Pada pengalaman tersebut, tautan dari sumber yang dipilih dapat ditandai dengan badge atau label “preferred”. Dalam praktiknya, ketersediaan tergantung fitur AI yang ada pada negara, bahasa, dan akun pengguna.
Perlu dibedakan antara konten diberi penanda sebagai sumber favorit dan konten dijamin dipakai dalam jawaban AI. Google menjelaskan peluang penandaan, bukan kewajiban menyertakan setiap penerbit terpilih dalam semua jawaban. Relevansi konten dan ketersediaan fitur tetap penting.
Pengguna dapat mengelola daftar situs favorit
Anda dapat memilih beberapa sumber sekaligus, mengubah preferensi, atau membatalkan pilihan kapan saja. Google menyatakan tidak ada batas jumlah maksimum sumber yang boleh dipilih. Artinya, pengguna dapat menggabungkan media nasional, blog spesialis, sumber lokal, dan publikasi dengan perspektif berbeda sesuai kebutuhan.
Bagaimana Cara Kerja Google Preferred Sources?
Prosesnya dimulai dari pilihan pengguna, bukan dari permintaan publisher kepada Google untuk menaikkan posisi. Secara umum, mekanismenya dapat dipahami melalui empat tahap berikut.
1. Pengguna menetapkan sumber yang dipercaya
Pengguna membuka alat Source preferences atau ikon bintang di bagian Top Stories, lalu mencentang domain atau subdomain yang tersedia. Saat disimpan sambil masuk ke Akun Google, preferensi itu dapat mengikuti pengalaman pengguna pada browser lain yang memakai akun tersebut.
2. Google mengaitkan preferensi dengan pengalaman penelusuran
Preferensi membantu Google mengenali situs mana yang lebih ingin dilihat pengguna. Langkah ini tidak menghapus mekanisme pencarian dasar. Sebelum suatu halaman dapat ditemukan, Google umumnya perlu mengakses dan memprosesnya melalui crawling dan indexing sesuai persyaratan yang berlaku.
3. Konten baru yang relevan mendapat kesempatan lebih menonjol
Situs yang dipilih perlu mempunyai artikel yang cocok dengan pencarian. Sebuah penerbit yang tidak rutin diperbarui bahkan mungkin tidak tersedia untuk dipilih dalam alat preferensi. Bagi publisher, ini alasan untuk menjaga kalender editorial dan kualitas informasi, bukan sekadar menampilkan tombol promosi.
4. Pengguna melihat label atau susunan sumber yang dipersonalisasi
Ketika kondisi terpenuhi, artikel dapat tampil lebih sering di Top Stories, masuk ke area From your sources, atau mendapatkan penandaan dalam AI Search. Hasil antar pengguna dapat berbeda, karena preferensi sumber merupakan sinyal personalisasi dan bukan sistem ranking global baru.

Cara Mengaktifkan Google Preferred Sources
Berikut dua metode resmi yang bisa digunakan. Nama menu dapat berubah mengikuti pembaruan antarmuka Google, tetapi alurnya tetap berpusat pada pemilihan situs yang ingin Anda prioritaskan.
Melalui menu personalisasi Google Search
- Buka Google Search atau aplikasi Google di perangkat yang didukung.
- Masuk ke Akun Google jika ingin pengaturan Anda tersimpan lintas browser.
- Pilih foto profil atau inisial di pojok kanan atas.
- Buka Personalisasi penelusuran, kemudian pilih Sumber pilihan atau Source preferences.
- Ketik nama domain penerbit yang ingin Anda ikuti, misalnya
bloggerpi.com. - Centang situs yang sesuai; preferensi akan tersimpan melalui alur yang disediakan Google.
Jika suatu situs tidak ditemukan, jangan langsung menganggap situs tersebut diblokir. Google menjelaskan bahwa situs yang jarang diperbarui mungkin belum tersedia, dan ada persyaratan level domain atau subdomain yang perlu dipenuhi.
Melalui ikon bintang di Top Stories
- Cari topik berita yang baru terjadi sehingga bagian Berita Utama / Top Stories muncul.
- Temukan ikon bintang atau kontrol sumber di samping judul Top Stories.
- Klik atau ketuk ikon tersebut, lalu cari publisher favorit Anda.
- Centang sumber yang ingin ditambahkan.
- Pilih Muat ulang hasil atau Reload results agar Anda dapat melihat hasil yang disesuaikan.
Cara menghapus atau mengubah daftar sumber
Buka lagi alat preferensi, hapus centang pada situs yang tidak lagi ingin diprioritaskan, lalu muat ulang hasil bila diminta. Anda juga dapat menambah sumber lain tanpa perlu menghapus yang sudah ada. Jika Google tidak menampilkan pilihan yang Anda inginkan, coba ulangi dari akun atau perangkat yang menggunakan fitur tersebut.

Apakah Google Preferred Sources Memengaruhi SEO?
Fitur ini relevan untuk strategi pemasaran konten, tetapi dampaknya harus ditafsirkan secara tepat. Ada perbedaan besar antara kemampuan memengaruhi pengalaman pengguna tertentu dan mengubah peringkat organik secara menyeluruh.
Preferred Sources bukan faktor ranking global
Seorang pengguna memilih situs A, sedangkan pengguna lain memilih situs B. Hasil pencarian yang mereka lihat dapat memuat penekanan sumber berbeda. Itu adalah personalisasi: bukan bukti bahwa situs A atau B memperoleh peningkatan ranking untuk semua pencarian dan semua orang.
Prinsipnya berbeda dari berbagai faktor yang memengaruhi peringkat pencarian. Karena itu, jangan menjanjikan kepada klien bahwa menambah tombol Preferred Sources otomatis mengangkat posisi satu hingga tiga di Google. Fitur ini dapat meningkatkan peluang visibilitas di area yang didukung, tetapi Google tidak memberikan jaminan trafik, penempatan, atau konversi.
Peluang membangun audiens yang lebih loyal
Nilai strategis terbesar adalah hubungan jangka panjang dengan pembaca. Seseorang yang menganggap situs Anda berguna mungkin bersedia memasukkannya ke dalam daftar favorit. Ketika artikel baru relevan dengan minat mereka, pembaca berpeluang menemukan situs tersebut kembali. Ini berpotensi membantu kunjungan berulang dan pengenalan merek, meskipun hasil aktual harus diukur.
Bagi publisher, peluang itu sebaiknya dilihat bersama sumber kunjungan lain yang dijelaskan dalam jenis-jenis traffic website. Google pada April 2026 menginformasikan bahwa orang yang menandai situs sebagai Preferred Source, secara rata-rata, dua kali lebih mungkin mengeklik situs tersebut. Angka dari Google ini adalah observasi yang diumumkan perusahaan, bukan jaminan bahwa setiap website akan memperoleh kenaikan klik dua kali lipat.
Perbedaan Google Preferred Sources dan Google Discover
Google Discover menampilkan rekomendasi konten berdasarkan minat pengguna tanpa harus mengetik kueri. Sementara itu, Preferred Sources menyediakan pemilihan sumber secara eksplisit untuk pengalaman pencarian yang didukung. Google juga mengembangkan personalisasi Discover, tetapi itu merupakan alur yang berbeda dari pemilihan Preferred Sources.
Dengan demikian, menyimpan contoh.com sebagai Preferred Source tidak berarti semua konten contoh.com otomatis muncul di feed Discover. Jika Anda mengelola situs dan menargetkan kanal tersebut, baca pula panduan khusus Google Discover dan manfaatnya untuk SEO agar kedua mekanisme tidak tertukar.
Persyaratan Website agar Dapat Dipilih sebagai Preferred Source
Gunakan identitas domain atau subdomain
Menurut dokumentasi Google Search Central, situs tingkat domain seperti https://www.contoh.com/ serta subdomain seperti https://berita.contoh.com/ memenuhi pola yang dapat didukung. Sebaliknya, subdirektori seperti https://www.contoh.com/blog/ bukan entitas sumber terpisah yang dapat dipilih melalui alat tersebut.
Bukan berarti setiap domain otomatis pasti tersedia. Pemilik situs harus memeriksa apakah namanya muncul di alat Source preferences milik Google. Anda dapat mencoba URL alat Preferred Sources untuk Bloggerpi.com sebagai contoh deeplink resmi. Kemunculan dan kelayakan ditentukan Google.
Publikasikan konten yang segar dan bermanfaat
Google menyebut sumber yang tidak diperbarui secara rutin mungkin tidak tersedia untuk dicari. Untuk situs niche, upaya paling masuk akal adalah menerbitkan pembaruan yang relevan dengan kebutuhan audiens, menyertakan sumber primer, memperbaiki informasi yang berubah, serta menampilkan penulis atau penanggung jawab editorial secara jelas.
Fondasi konten semacam ini juga membantu membangun artikel SEO-friendly tanpa mengorbankan kebutuhan pembaca. Mengunggah banyak artikel yang dangkal hanya untuk terlihat aktif justru bukan strategi yang disarankan.
Pastikan kondisi teknis situs tidak menghambat visibilitas
Pastikan halaman penting dapat di-crawl dan diindeks, tidak keliru menggunakan noindex, punya canonical yang masuk akal, dan nyaman digunakan di ponsel. Ini adalah pemeriksaan teknis SEO umum, bukan serangkaian syarat khusus Preferred Sources yang baru. Referensi praktisnya dapat ditemukan pada pembahasan technical SEO.
Perhatikan persyaratan pengalaman AI Search
Google Search Central menjelaskan bahwa agar sumber dapat ditampilkan sebagai Preferred Source pada AI Mode atau AI Overviews, situs perlu tercakup dalam fitur AI generatif Penelusuran sebagaimana dirujuk dalam dokumentasinya. Jangan menyamakan hal ini dengan memiliki menu khusus untuk mendaftarkan diri atau laporan jumlah pengikut Preferred Sources di Search Console—Google tidak menyatakan hal tersebut pada panduan resmi penerbit.
Cara Menambahkan Tombol Google Preferred Sources di Website
Pemilik website tidak mengaktifkan preferensi atas nama seluruh pengunjung. Yang dapat dilakukan adalah menyediakan tombol atau tautan agar pengunjung sendiri bisa memilih situs tersebut melalui Google. Google menyediakan beberapa pendekatan, dari deeplink sederhana hingga tombol JavaScript.
Metode 1: Deeplink resmi Google
Metode paling mudah adalah tautan ke alat preferensi menggunakan parameter domain. Contohnya untuk Bloggerpi.com:
https://www.google.com/preferences/source?q=bloggerpi.com
Anda dapat menempatkan teks ajakan seperti berikut pada artikel, sidebar, atau halaman tentang kami:
<a href="https://www.google.com/preferences/source?q=bloggerpi.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tambahkan Bloggerpi sebagai Sumber Pilihan Google</a>
Tautan akan mengarahkan pembaca ke antarmuka Google untuk mengonfirmasi sumber yang dipilih. Klik pada tautan promosi tidak sama dengan keberhasilan pengguna menambahkan situs. Jangan menyebut tombol ini sebagai sistem auto-follow.
Metode 2: Tombol JavaScript resmi
Google merekomendasikan implementasi JavaScript standar yang dapat menampilkan tombol bergaya Google dan mengembalikan pembaca ke halaman semula setelah alur pemilihan. Secara ringkas, dokumentasinya menggunakan dua elemen berikut:
<script async src="https://news.google.com/swg/js/v1/publisher.js"></script>
<div google-add-preferred-source-btn></div>
Penempatan skrip disarankan pada bagian <head> tema, sedangkan elemen <div> berada di posisi tombol yang diinginkan. Google juga mendokumentasikan pengaturan tema terang atau gelap dan opsi bahasa. Jangan memasukkan JavaScript mentah ke editor konten apabila WordPress atau kebijakan keamanan situs akan menyaringnya; pasang melalui mekanisme tema atau plugin yang tepercaya.
Metode 3: Implementasi di WordPress
Untuk situs berbasis WordPress, ada beberapa pilihan yang aman dan sederhana. Anda dapat menaruh deeplink pada blok Button, Custom HTML, sidebar, atau bagian akhir artikel. Jika memerlukan tombol khusus yang konsisten di semua artikel, gunakan plugin atau kode tema anak yang mengatur penempatannya dengan benar.
Idealnya CTA ditampilkan setelah pembaca memperoleh informasi bernilai, misalnya menjelang bagian kesimpulan, bukan pop-up agresif sebelum artikel dibaca. Dari sisi teknis, pastikan tombol tidak menutupi teks atau iklan pada layar kecil, memiliki label aksesibel, dan tidak menyebabkan layout shift yang mengganggu. Prinsip penyajian ini sejalan dengan optimasi SEO on-page yang mengutamakan kualitas pengalaman pengunjung.
Anda juga bisa memakai plugin Preferred Source in Google untuk WordPress yang tersedia di Bloggerpi sebagai opsi implementasi CTA pada konten post. Periksa dokumentasi plugin dan lakukan pengujian pada tema aktif sebelum diterapkan secara luas.
Ingin menampilkan tombol Google Preferred Sources di WordPress?
Gunakan plugin Preferred Source in Google dari Bloggerpi untuk menambahkan ajakan memilih website Anda sebagai sumber favorit Google pada konten artikel WordPress, tanpa perlu menulis kode dari awal. Lihat fitur, panduan pemasangan, dan file plugin pada halaman download.
Download Plugin Preferred Source in Google
Catatan: Plugin mempermudah penempatan widget atau CTA. Pengunjung tetap perlu memilih situs secara mandiri melalui Google.
Strategi Optimasi Preferred Sources untuk Publisher dan SEO
Tombol saja belum cukup. Orang hanya akan menambahkan website yang mereka anggap bernilai untuk diikuti. Karena itu, strategi Preferred Sources perlu menggabungkan kualitas editorial, distribusi audiens, dan pengukuran yang realistis.
1. Buat konten yang memberi alasan pembaca untuk kembali
Fokuskan artikel pada topik yang sesuai identitas publisher. Misalnya, situs perjalanan dapat menawarkan panduan destinasi yang diperbarui, portal transportasi dapat menyajikan informasi layanan yang jelas, dan blog digital marketing bisa merangkum perubahan platform beserta dampaknya. Pembaca perlu tahu manfaat memilih situs Anda dibanding sekadar mengingat satu URL.
Mulailah dari riset pertanyaan nyata, perbarui data yang berubah, sertakan contoh, dan hindari judul sensasional yang tidak didukung isi. Jika perlu panduan editorial, baca cara membuat artikel SEO-friendly dan gunakan proses editorial yang konsisten.
2. Tempatkan CTA secara kontekstual
Ajakan menambahkan situs sebagai Preferred Source paling masuk akal pada artikel yang mendemonstrasikan keahlian Anda, bagian profil penerbit, atau newsletter yang pembacanya memang ingin mengikuti perkembangan topik. Gunakan kalimat manfaat seperti “Ikuti pembaruan artikel SEO terbaru dari sumber ini di Google”, bukan “Klik agar website kami ranking satu”.
Jika CTA diletakkan pada seluruh artikel, uji jarak antara tombol, heading, gambar, dan komponen iklan. Pastikan navigasi dan pembacaan tetap nyaman di desktop maupun mobile. Hindari memasang beberapa tombol identik secara berdekatan karena dapat membuat halaman terasa terlalu promosi.
3. Uji tampilan di perangkat dan akun berbeda
Periksa desktop, ponsel, mode terang/gelap, dan akun Google yang berbeda bila tersedia. Perhatikan apakah tombol dapat diklik, membuka tujuan yang benar, dan tidak terpotong pada layar kecil. Jika menggunakan tombol JavaScript, uji juga keadaan ketika skrip gagal dimuat serta pastikan ada fallback berupa deeplink biasa.
4. Pantau dampaknya dengan indikator yang realistis
Di Google Search Console, pantau performa pencarian secara keseluruhan, terutama halaman berita atau artikel baru yang berpotensi tampil pada kueri relevan. Di Google Analytics, amati sesi yang kembali, halaman yang paling menarik pengunjung berulang, dan perilaku setelah klik. Laporan dasar bisa dirancang dengan panduan reporting SEO untuk pemula.
Penting: metrik klik tombol di website bukan bukti bahwa pengguna berhasil memilih domain, dan peningkatan impression tidak boleh langsung diklaim berasal dari Preferred Sources. Sejauh dokumentasi penerbit yang dirujuk, tidak ada laporan khusus yang menjamin Anda bisa melihat jumlah pengguna yang menjadikan situs sebagai Preferred Source. Jika membuat event analitik pada CTA, beri label “klik CTA Preferred Sources”, bukan “berhasil berlangganan”.
5. Tetap prioritaskan fondasi SEO
Optimasi struktur halaman, kecepatan, relevansi kueri, navigasi, internal link, dan kualitas konten masih diperlukan. Anda dapat mengembangkan rencana teknis lewat langkah meningkatkan performa SEO website. Preferred Sources lebih cocok dipandang sebagai pelengkap strategi hubungan publisher–pembaca, bukan pengganti keseluruhan praktik SEO.
Jika targetnya adalah pertumbuhan jangka panjang, kombinasikan konten yang berguna dengan strategi meningkatkan trafik blog dan website, promosi kanal milik sendiri, serta evaluasi kualitas kunjungan. Perubahan sumber trafik dari satu waktu ke waktu lain sebaiknya dibandingkan dengan musim berita, perubahan konten, dan kampanye promosi yang berjalan.

Kesalahan Umum dan Mitos Seputar Google Preferred Sources
Mitos: Semua artikel akan otomatis berada di posisi pertama
Fakta: Tidak ada jaminan peringkat nomor satu. Google hanya menyebut sumber terpilih lebih mungkin ditampilkan atau diberi penanda pada pengalaman yang didukung ketika kontennya relevan.
Mitos: Pemilik website bisa mendaftarkan semua pengunjung sekaligus
Fakta: Pengguna memilih sendiri sumber favoritnya. Tautan dan tombol di website hanya mempermudah proses tersebut; tidak boleh dianggap sebagai langganan otomatis.
Mitos: Preferred Sources sama dengan Google Discover
Fakta: Preferred Sources berkaitan dengan pilihan eksplisit pengguna untuk pengalaman Google Search, sedangkan Discover memiliki sistem rekomendasi dan pengaturan minat tersendiri.
Mitos: Subfolder blog bisa dipilih sebagai publisher tersendiri
Fakta: Google menyebut kelayakan pada tingkat domain dan subdomain, bukan subdirektori. Folder /blog/ tidak diperlakukan sebagai entitas sumber pilihan independen.
Mitos: Klik tombol sama dengan berhasil menambahkan sumber
Fakta: Deeplink membuka alur Google, sedangkan tindakan akhir ditentukan pengguna. Analitik pada tombol hanya menangkap interaksi yang dapat diamati di website.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Google Preferred Sources
Apakah Google Preferred Sources gratis?
Ya. Dokumentasi Google untuk pengguna dan penerbit tidak mensyaratkan biaya berlangganan untuk memilih sumber favorit. Fitur digunakan melalui pengaturan Google Search yang tersedia.
Apakah Preferred Sources tersedia di Indonesia?
Menurut pembaruan Google pada 30 April 2026, fitur ini tersedia secara global untuk Top Stories dalam bahasa yang didukung Google Search. Penampilan AI Overviews dan AI Mode tetap bergantung pada ketersediaan fitur AI di lokasi serta bahasa pengguna.
Apakah harus mempunyai akun Google?
Pengguna dapat membuka alat yang tersedia, tetapi masuk ke Akun Google membantu menyimpan preferensi agar konsisten ketika menggunakan browser yang berbeda. Ketersediaan alur dapat bergantung pada perangkat dan setelan akun.
Apakah semua website bisa menjadi sumber pilihan?
Tidak otomatis. Google mendukung domain dan subdomain yang muncul dalam alat preferensi. Situs yang tidak rutin diperbarui mungkin tidak tersedia, dan penerbit perlu mengecek langsung dengan mencari domainnya.
Apakah ada batas jumlah website yang bisa ditambahkan?
Google menyatakan pengguna boleh memilih sebanyak mungkin sumber yang mereka sukai. Pengguna juga dapat mengubah atau menghapusnya kapan saja.
Apakah fitur ini meningkatkan ranking SEO secara langsung?
Fitur ini merupakan personalisasi berbasis pilihan pengguna, bukan jaminan peningkatan ranking global. Potensi manfaatnya adalah visibilitas kontekstual dan hubungan audiens yang lebih kuat ketika pembaca memang memilih situs Anda.
Bagaimana cara mengetahui jumlah orang yang memilih website kita?
Panduan penerbit Google yang dirujuk tidak menyediakan laporan khusus yang mengungkap jumlah pemilih domain. Anda bisa mengukur klik CTA dari website serta perubahan indikator performa, tetapi tidak boleh menyamakannya dengan jumlah pengikut atau atribusi langsung.
Apakah bisa menambahkan situs sendiri sebagai Preferred Source?
Bisa mencoba menelusuri domain melalui alat preferensi resmi Google. Jika domain tersedia, Anda dapat memilihnya pada akun pengguna. Namun, tindakan tersebut hanya mengubah pengalaman akun yang memilih, bukan menjamin situs akan muncul untuk orang lain.
Kesimpulan
Google Preferred Sources memberi pembaca cara sederhana untuk menandai website yang mereka percaya dan ingin lebih sering lihat di Google. Pada 2026, cakupannya tidak hanya Top Stories, tetapi juga penandaan sumber di AI Overviews dan AI Mode sesuai ketersediaan. Bagian “From your sources” membuat sumber favorit lebih mudah dikenali dalam hasil pencarian yang relevan.
Untuk pemilik website, pendekatan terbaik bukan mengejar trik ranking baru, melainkan membangun publikasi yang layak dipilih: terbitkan materi berkualitas, jaga keterbaruan, pastikan fondasi SEO sehat, dan letakkan ajakan Preferred Sources secara wajar. Jika pembaca merasa terbantu, mereka memiliki alasan kuat untuk menjadikan situs Anda salah satu sumber pilihan.
Ingin mengikuti artikel SEO, WordPress, dan digital marketing dari Bloggerpi? Anda bisa menambahkan Bloggerpi.com sebagai Sumber Pilihan Google melalui alat resmi Google, apabila domain tersedia dalam pengaturan akun Anda.
Referensi
- Google Search Central — Panduan Sumber Pilihan untuk Penayang Web (dokumentasi teknis, termasuk persyaratan dan contoh tombol; diperbarui September 2026).
- Bantuan Google Penelusuran — Sumber Pilihan (langkah pengguna mengatur dan menghapus preferensi).
- Google Blog — How to select your preferred sources in Top Stories (12 Agustus 2025).
- Google Blog — Preferred Sources is now available in all languages (30 April 2026).
- Google Blog — Preferred Sources in AI Search (27 Mei 2026).
- Google Blog — Personalize Search, Discover and News (20 Agustus 2026; menjelaskan bahwa personalisasi Discover merupakan pembaruan tersendiri).
