Tutorial Langkah Cara Install Linux pada Windows dengan WSL

Kali ini saya mau berbagai pengalaman install linux dengan memanfaatkan Subsistem Windows untuk Linux / WSL / Windows Subsystem for Linux.

Jadi rencananya saya mau belajar Jupyter Notebook, karena ingin upskill, belajar data analysis dan data engineering, terutama di bagaian ETL (extract, transform and load).

Untuk keperluan ini, saya harus install phyton dan Jupyter notebook, yang mana lebih ideal jika menggunakan linux.

Karena saya menggunakan windows sehari harinya, jadi pilihannya adalah dual booting Windows dan Linux, atau menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux).

Dual booting tentu saja akan merepotkan, jadi pilihannya adalah menggunakan WSL Ubuntu.

Apa itu Subsistem Windows untuk Linux (WSL)?

Subsistem Windows untuk Linux (WSL) adalah fitur sistem operasi Windows yang memungkinkan Anda menjalankan sistem file Linux, bersama dengan alat baris perintah Linux dan aplikasi GUI, langsung di Windows, bersama desktop dan aplikasi Windows tradisional Anda.

Bagaimana Langkah dan Cara Menginstal Linux pada Windows dengan WSL

Sebenarnya caranya sangat mudah, kalau tidak perlu yang macam macam seperti yang saya butuhkan, proses instalasi hanya memerlukan 1 baris perintah saja.

wsl --install

Bagi para pengembang, mengakses kekuatan Windows dan Linux pada saat yang sama pada sebuah mesin Windows adalah sebuah kenyamanan yang luar biasa.

Windows Subsystem for Linux (WSL) memungkinkan pengembang untuk menginstal distribusi Linux (seperti Ubuntu, OpenSUSE, Kali, Debian, Arch Linux, dll.)

dan menggunakan aplikasi Linux, utilitas, serta perintah Bash langsung di Windows, tanpa modifikasi, tanpa overhead mesin virtual tradisional atau pengaturan dual boot.

Sebelum memulai, ada beberapa persyaratan yang perlu Anda perhatikan:

  1. Versi Windows: Anda harus menjalankan Windows 10 versi 2004 dan lebih tinggi (Build 19041 dan lebih tinggi) atau Windows 11 untuk menggunakan perintah di bawah ini. Jika Anda menggunakan versi Windows yang lebih lama, Anda perlu melakukan instalasi manual.
  2. Akses sebagai Administrator: Pastikan Anda menjalankan PowerShell atau Windows Command Prompt dalam mode administrator. Anda dapat melakukannya dengan cara klik kanan pada ikon aplikasi tersebut dan memilih “Run as administrator.”

Langkah 1: Menginstal Windows Subsystem for Linux(WSL)

Anda dapat menginstal Windows Subsystem for Linux dengan satu perintah sederhana.

Di dalam PowerShell atau Windows Command Prompt yang berjalan sebagai administrator, ketik perintah berikut:

wsl --install

Setelah menjalankan perintah ini, Anda perlu me-restart komputer Anda.

Cara Install Linux pada Windows dengan WSL

Perintah ini akan mengaktifkan fitur yang diperlukan untuk menjalankan WSL dan menginstal distribusi Ubuntu Linux secara default.

Namun, distribusi default ini dapat diubah sesuai keinginan Anda.

Catatan: Perintah di atas hanya akan berfungsi jika WSL belum terinstal sama sekali.

Jika Anda menjalankan wsl --install dan melihat teks bantuan WSL, Anda dapat mencoba menjalankan wsl --list --online untuk melihat daftar distribusi yang tersedia, dan jalankan wsl --install -d untuk menginstal distribusi tertentu.

Untuk menghapus WSL, lihat panduan tentang cara menghapus versi lama dari WSL atau cara mendaftarkan atau menghapus distribusi Linux.

Langkah 2: Mengganti Distribusi Linux Default (Opsional)

Secara default, distribusi Linux yang diinstal adalah Ubuntu.

Namun, Anda dapat menggantinya dengan distribusi lain sesuai preferensi Anda.

Anda bisa menggunakan opsi -d untuk ini.

Misalnya, jika Anda ingin menginstal distribusi Debian sebagai distribusi default, Anda bisa menjalankan perintah berikut:

wsl --install -d Debian

Dalam kasus proses instalasi yang saya lakukan, saya menggunakan Ubuntu karena hanya menjalankan perintah default:

wsl --install

Untuk melihat daftar distribusi Linux yang tersedia untuk diunduh secara online, Anda bisa menjalankan perintah:

wsl --list --online

Anda juga dapat menginstal distribusi Linux tambahan setelah instalasi awal dengan menjalankan perintah:
wsl --install -d

Catatan: Jika Anda ingin menginstal distribusi tambahan dari dalam terminal Linux/Bash (daripada dari PowerShell atau Command Prompt), Anda harus menggunakan .exe dalam perintah, seperti wsl.exe --install -d atau untuk melihat daftar distribusi yang tersedia, wsl.exe -l -o.

Subsistem Windows untuk Linux (WSL)

Langkah 3: Mengatur Informasi Pengguna Linux Anda

Setelah menginstal WSL, Anda perlu membuat akun pengguna dan kata sandi untuk distribusi Linux yang baru Anda instal.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang bagaimana melakukan ini:

  1. Buka Terminal Linux: Anda dapat membuka terminal Linux dengan mencarinya di menu Start Windows atau dengan menjalankan perintah wsl dari PowerShell atau Command Prompt.
  2. Membuat Akun Pengguna: Setelah terminal terbuka, Anda akan diminta untuk membuat akun pengguna. Ikuti langkah-langkah yang diberikan, termasuk membuat kata sandi yang aman.
  3. Akun Pengguna Selesai: Setelah Anda menyelesaikan langkah-langkah tersebut, Anda akan memiliki akun pengguna Linux yang dapat Anda gunakan untuk mengelola dan menjalankan perintah Linux pada Windows Subsystem for Linux.

Langkah 4: Praktik Terbaik dan Pengaturan Tambahan

Saat Anda telah menginstal dan mengonfigurasi WSL, Anda mungkin ingin mempertimbangkan praktik terbaik dan pengaturan tambahan untuk membuat pengembangan di lingkungan Linux di Windows lebih efisien dan nyaman. Berikut adalah beberapa rekomendasi:

  • Gunakan Terminal Windows: Anda dapat menginstal Windows Terminal, yang merupakan terminal berbasis tab yang mendukung banyak command line environments, termasuk PowerShell, Command Prompt, dan distribusi Linux yang berjalan di WSL. Dengan ini, Anda dapat dengan mudah beralih antara berbagai lingkungan.
  • Version Control: Jika Anda menggunakan Git untuk mengelola kode Anda, pastikan Git sudah terinstal di lingkungan Linux Anda di WSL. Anda juga dapat mengonfigurasi Git untuk menggunakan akun Anda.
  • Pengeditan Kode: Untuk pengeditan kode, Anda dapat menggunakan editor teks favorit Anda di dalam lingkungan Linux WSL, atau Anda dapat menginstal Visual Studio Code di Windows dan mengonfigurasi ekstensi “Remote – WSL” untuk mengedit kode secara langsung di distribusi Linux.
  • Manajemen Paket: Pelajari cara menginstal dan mengelola paket-paket Linux pada distribusi yang Anda gunakan. Ini akan memungkinkan Anda untuk menginstal alat-alat pengembangan tambahan sesuai kebutuhan Anda.
  • Penyimpanan File: Pastikan untuk memahami bagaimana sistem file Windows dan Linux terintegrasi di dalam WSL. Anda dapat mengakses file Windows dari lingkungan Linux Anda melalui path tertentu.
  • Akselerasi GPU: Jika Anda memerlukan akselerasi GPU untuk pengembangan tertentu, Anda dapat mengonfigurasi Windows Subsystem for Linux untuk mengakses GPU komputer Anda. Namun, ini mungkin memerlukan konfigurasi tambahan.
BACA JUGA :  Cara Beli Paket Internel XL Lebih Praktis dan Efisien!

Langkah 5: Mengecek Versi WSL yang Digunakan

Anda dapat memeriksa distribusi Linux yang telah Anda instal dan versi WSL yang digunakan dengan menjalankan perintah berikut di PowerShell atau Windows Command Prompt:

wsl -l -v

Perintah ini akan menampilkan daftar distribusi Linux yang terinstal dan versi Windows Subsystem for Linuxyang digunakan untuk masing-masing distribusi tersebut.

Anda dapat mengganti versi default ke WSL 1 atau WSL 2 saat menginstal distribusi Linux baru dengan perintah:

wsl --set-default-version

Gantilah <NomorVersi> dengan angka 1 untuk WSL 1 atau angka 2 untuk WSL 2.

Langkah 6: Mengupgrade dari WSL 1 ke WSL 2

Instalasi Linux yang baru menggunakan perintah wsl --install akan secara default diatur ke WSL 2.

Namun, Anda mungkin memiliki distribusi yang sudah ada yang diinstal dengan WSL 1.

Anda dapat mengupgrade distribusi tersebut ke WSL 2 dengan perintah berikut:

wsl --set-version 2

Gantilah dengan nama distribusi Linux yang ingin Anda upgrade.

Misalnya, untuk mengupgrade distribusi Ubuntu 20.04 menjadi WSL 2, Anda dapat menjalankan:

wsl --set-version Ubuntu-20.04 2

Jika Anda telah menginstal WSL secara manual sebelum perintah wsl --install tersedia, Anda mungkin juga perlu mengaktifkan komponen opsional mesin virtual yang digunakan oleh WSL 2 dan menginstal paket kernel jika Anda belum melakukannya.

Langkah 7: Menjalankan Beberapa Distribusi Linux dengan WSL

Salah satu fitur hebat dari Windows Subsystem for Linux adalah kemampuannya untuk menjalankan banyak distribusi Linux yang berbeda secara bersamaan.

Anda dapat memilih distribusi dari Microsoft Store, mengimpor distribusi kustom, atau bahkan membuat distribusi Linux kustom Anda sendiri.

Setelah Anda menginstal beberapa distribusi, ada beberapa cara berbeda untuk menjalankannya:

  • Windows Terminal (Direkomendasikan): Menggunakan Windows Terminal mendukung sebanyak mungkin command line yang Anda ingin install dan memungkinkan Anda membuka mereka dalam tab-tab atau panel jendela yang berbeda. Ini memudahkan Anda untuk beralih antara berbagai distribusi Linux atau lingkungan command line lainnya seperti PowerShell, Command Prompt, Azure CLI, dll. Anda juga dapat menyesuaikan terminal dengan skema warna unik, gaya huruf, ukuran, gambar latar belakang, dan pintasan keyboard kustom.
  • Menu Start Windows: Anda dapat membuka distribusi Linux Anda dengan mengunjungi menu Start Windows dan mengetikkan nama distribusi yang terinstal. Misalnya, “Ubuntu”. Ini akan membuka Ubuntu dalam jendela terminalnya sendiri.
  • Dari Command Prompt atau PowerShell: Anda dapat menjalankan distribusi Linux Anda dengan masuk ke Command Prompt atau PowerShell dan memasukkan nama distribusi. Misalnya: ubuntu.
  • Menggunakan Perintah WSL: Dari Command Prompt atau PowerShell, Anda dapat menggunakan distribusi Linux default dengan perintah wsl.exe. Anda juga dapat menjalankan perintah Linux langsung dari command line ini dengan wsl [perintah]. Misalnya, wsl -l -v untuk menampilkan distribusi yang terinstal atau wsl pwd untuk melihat lokasi direktori saat ini yang ter-mount di WSL. Dari PowerShell, perintah get-date akan memberikan tanggal dari sistem file Windows dan wsl date akan memberikan tanggal dari sistem file Linux.

Pilihan metode yang akan Anda gunakan tergantung pada apa yang sedang Anda lakukan.

Jika Anda telah membuka command line WSL di dalam jendela Windows Prompt atau PowerShell dan ingin keluar, cukup masukkan perintah: exit.

Ini adalah panduan lengkap tentang cara menginstal Linux pada Windows menggunakan Windows Subsystem for Linux.

Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat mengakses ekosistem Linux yang kuat dan beragam langsung dari sistem operasi Windows Anda, yang sangat berguna untuk pengembangan perangkat lunak, administrasi sistem, dan banyak lagi.

Semoga panduan ini membantu Anda memulai perjalanan Anda dengan WSL dan meningkatkan produktivitas pengembangan Anda.

Langkah 8: Install Jupyter Notebook

Yap, karena saya install WSL untuk keperluan belajar Jupyter Notebook, jadi setelah proses instalasi WSL selesai, saya langsung melanjutkan ke proses ini.

Sebelumnya saya mengikuti tutorial ini untuk proses install Jupyter Notebook dengan PIP di Windows Subsystem for Linux.

Install Jupyter Notebook dengan PIP3

Namun entah kenapa cara tersebut tidak berhasil. Tapi ternyata Linux Ubuntu yang saya install merekomendasikan untuk instal jupyter-notebok dengan perintah:

sudo apt install jupyter-notebook

Dan voila, proses instalasi sukses tanpa ada masalah.

Begitu instalasi sukses, saya tinggal lanjutkan dengan proses setup password, dan akses Jupyter notebook di localhost:8888.

Masalah yang Mungkin Akan Bisa Ditemui

Selama proses instalasi, Anda mungkin menghadapi beberapa masalah. Di bawah ini adalah beberapa masalah umum yang mungkin Anda temui dan cara mengatasinya:

  • Gagal Instalasi: Jika Anda mengalami kesalahan saat mencoba menginstal Windows Subsystem for Linux, pastikan Anda telah menjalankan PowerShell atau Command Prompt sebagai administrator. Selain itu, pastikan sistem Anda memenuhi persyaratan minimum yang diperlukan.
  • Distribusi Tidak Berjalan: Jika Anda menjalankan distribusi Linux dan mendapati bahwa mereka tidak berjalan dengan baik, Anda dapat mencoba mengupgrade distribusi tersebut ke WSL 2 atau memeriksa panduan resmi distribusi Linux tersebut untuk masalah yang berkaitan dengan spesifik distribusi.
  • Akses Ke File: Memahami bagaimana sistem file Windows dan Linux berintegrasi di WSL adalah penting. Pastikan Anda mengizinkan akses yang diperlukan ke file-file yang diperlukan oleh aplikasi atau proyek Anda.
  • Kinerja: Kinerja WSL dapat bervariasi tergantung pada banyak faktor. Pastikan komputer Anda cukup kuat untuk menjalankan WSL dan perangkat lunak yang ingin Anda gunakan.
  • Pemutakhiran dan Pemeliharaan: Pastikan Anda secara berkala memeriksa pemutakhiran dan pemeliharaan distribusi Linux Anda. Biasanya, Anda dapat menggunakannya dengan perintah Linux seperti sudo apt update dan sudo apt upgrade (untuk distribusi berbasis Debian/Ubuntu).

Semoga panduan ini membantu Anda menginstal dan mengkonfigurasi WSL dengan lancar.

WSL adalah alat yang kuat yang dapat meningkatkan produktivitas pengembangan Anda dengan memberikan akses ke perangkat Linux pada mesin Windows Anda.

Teruslah menjalani eksplorasi Anda dalam dunia Linux dengan WSL!

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Terkait WSL (Windows Subsystem for Linux /Subsistem Windows untuk Linux)

Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban tersebut.

Pertanyaan 1: Apa itu Subsistem Windows untuk Linux (WSL)?

Subsistem Windows untuk Linux (WSL) adalah fitur revolusioner dalam sistem operasi Windows yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan sistem file Linux, bersama dengan alat baris perintah Linux dan aplikasi GUI, secara langsung di dalam lingkungan Windows.

Dengan kata lain, Windows Subsystem for Linux memungkinkan anda menjalankan distribusi Linux lengkap di Windows tanpa perlu menginstal sistem operasi Linux secara terpisah.

WSL memungkinkan anda memilih distribusi Linux yang anda sukai, seperti Ubuntu, Debian, OpenSUSE, Kali, Alpine, dan banyak lagi.

Anda dapat menjalankan perintah dan aplikasi Linux langsung dari shell Bash, yang merupakan shell perintah Linux yang populer.

Ini membuka pintu untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga administrasi sistem, semuanya di dalam Windows.

BACA JUGA :  Cara Memasukkan Voucher XL Yang Mudah Pasti Berhasil!

Penting untuk dicatat bahwa WSL adalah bagian integral dari sistem operasi Windows mulai dari Windows 10, dan dengan tambahan seperti WSL 2, pengalaman menggunakan distribusi Linux di Windows semakin mirip dengan penggunaan Linux di mesin fisik.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan perintah Linux dan alat yang mereka sukai tanpa harus meninggalkan lingkungan Windows yang nyaman.

Pertanyaan 2: Untuk siapa WSL?

WSL dirancang terutama untuk pengembang, terutama mereka yang bekerja pada proyek sumber terbuka atau yang menyebarkan aplikasi mereka ke lingkungan server Linux.

Namun, Windows Subsystem for Linux tidak terbatas pada pengembang saja.

Ini adalah alat yang bermanfaat bagi siapa saja yang familiar dengan Bash, alat-alat umum Linux seperti sed dan awk, serta kerangka kerja yang umum digunakan dalam pengembangan berbasis Linux, seperti Ruby dan Python.

Dengan kata lain, WSL adalah untuk siapa saja yang ingin menggabungkan kekuatan Linux dengan kenyamanan alat-alat produktivitas Windows.

Pengembang web akan merasa sangat diuntungkan dengan menggunakan WSL.

Mereka dapat menjalankan server web dan alat pengembangan mereka di lingkungan Linux yang sesuai, sambil tetap mengakses aplikasi Windows yang mereka butuhkan.

Ini memungkinkan pengujian dan pengembangan yang lebih akurat di lingkungan yang mirip dengan produksi.

Pertanyaan 3: Apa yang bisa saya lakukan dengan WSL?

Dengan WSL, anda bisa melakukan banyak hal yang berguna terkait dengan pengembangan dan administrasi sistem.

Berikut beberapa contohnya:

  • Menjalankan Linux Distro: Windows Subsystem for Linux  memungkinkan anda untuk menjalankan distribusi Linux lengkap. Ini berarti anda dapat menggunakan Ubuntu, Debian, Fedora, atau distribusi Linux lainnya yang anda pilih. Ini mirip dengan menjalankan Linux di mesin fisik.
  • Shell Bash: WSL menyertakan shell Bash, yang merupakan shell perintah Linux yang populer. Ini memungkinkan anda menjalankan perintah Linux dari lingkungan Windows. anda dapat menggunakan semua perintah, utilitas, dan alat yang biasa digunakan di lingkungan Linux.
  • Akses ke Sistem File Lokal: anda dapat mengakses sistem file komputer Windows lokal anda dari dalam shell Linux Bash. Ini berarti anda dapat dengan mudah bekerja dengan file-file Windows dalam lingkungan Linux.
  • Pengembangan Web: Bagi pengembang web, WSL adalah alat yang sangat berguna. anda dapat menjalankan server web seperti Apache atau Nginx di dalam lingkungan Linux, sambil tetap mengakses perangkat pengembangan web Windows favorit anda.
  • Pengujian dan Pemecahan Masalah: WSL memungkinkan anda untuk menguji perangkat lunak dan skrip dalam lingkungan Linux yang sesuai dengan produksi. Ini mempermudah pengujian dan pemecahan masalah sebelum meluncurkan perangkat lunak ke lingkungan produksi.
  • Menggunakan Alat Linux Khusus: Jika anda memiliki alat Linux khusus yang anda butuhkan dalam pengembangan atau administrasi sistem, anda dapat menginstalnya dan menjalankannya di dalam WSL.
  • Integrasi dengan Alat Windows: WSL memungkinkan anda untuk menjalankan perintah Windows dan alat-alat Windows dari dalam shell Linux. Ini memungkinkan integrasi yang mulus antara aplikasi dan alat dari kedua lingkungan.
  • Pengembangan Cross-Platform: Dengan WSL, anda dapat mengembangkan perangkat lunak yang kompatibel dengan lingkungan Linux dan Windows tanpa perlu beralih antar kedua sistem operasi ini secara terus-menerus.
  • Administrasi Sistem: Bagi administrator sistem, WSL adalah alat yang berguna untuk mengelola server Linux dan menjalankan perintah perangkat keras yang sering digunakan di lingkungan server.
  • Pengembangan Python, Ruby, dan Lainnya: Jika anda mengembangkan dengan bahasa pemrograman seperti Python atau Ruby, Windows Subsystem for Linux memberikan lingkungan yang sempurna untuk mengembangkan dan menguji kode anda.

Dengan kata lain, WSL membuka berbagai peluang untuk pengembangan dan administrasi sistem, memungkinkan pengguna Windows untuk menikmati kekuatan Linux tanpa harus meninggalkan lingkungan Windows yang nyaman.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara kerjanya?

Cara kerja WSL adalah dengan menggunakan teknologi virtualisasi ringan yang disebut “WSL2”.

Teknologi ini memungkinkan Windows untuk menjalankan kernel Linux secara virtual di bawah sistem operasi Windows.

Kernel Linux ini berjalan dalam mesin virtual yang disebut “VM ringan”.

Namun, penting untuk dicatat bahwa mesin virtual ini sangat ringan, yang berarti pengguna tidak akan melihat penundaan atau overhead yang signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Ini adalah konsep yang sangat berbeda dari penggunaan mesin virtual tradisional, di mana pengguna harus menjalankan sistem operasi Linux secara terpisah dalam mesin virtual penuh.

Dalam kasus Windows Subsystem for Linux, anda tidak perlu booting ke mesin virtual Linux terpisah. Sebaliknya, kernel Linux berjalan di latar belakang dan berinteraksi dengan sistem file Windows.

Dalam hal ini, anda dapat mengakses distribusi Linux yang anda pilih melalui terminal Bash atau aplikasi GUI yang kompatibel dengan X Server.

Ketika anda menjalankan perintah Linux, mereka diteruskan ke kernel Linux yang berjalan dalam mesin virtual, yang kemudian mengembalikan hasilnya kepada anda.

Hal yang menarik adalah anda dapat mengakses sistem file Windows secara langsung dari dalam lingkungan Linux yang berjalan.

Ini berarti anda dapat dengan mudah berbagi file antara sistem operasi Windows dan distribusi Linux anda.

Kernel Linux dalam WSL juga diperbarui secara berkala oleh Microsoft, sehingga anda selalu menggunakan kernel Linux yang diperbarui.

Pertanyaan 5: Mengapa saya menggunakan WSL daripada Linux dalam VM?

Ini adalah pertanyaan yang bagus.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih WSL daripada menjalankan Linux dalam mesin virtual (VM) penuh:

  1. Kinerja yang Lebih Baik: WSL cenderung lebih cepat daripada menjalankan distribusi Linux dalam VM. Ini karena WSL menggunakan teknologi virtualisasi ringan yang menghindari overhead yang terkait dengan mesin virtual penuh.
  2. Akses yang Mudah ke File Windows: Dalam Windows Subsystem for Linux, anda dapat mengakses file Windows langsung dari shell Linux. Ini berarti anda dapat dengan mudah berbagi file antara sistem operasi Windows dan lingkungan Linux anda tanpa perlu menyinkronkan atau mengkopi file secara manual.
  3. Integrasi yang Lebih Baik: WSL memungkinkan anda untuk menjalankan perintah dan alat Linux langsung dari command prompt Windows atau PowerShell. Ini memungkinkan integrasi yang lebih baik antara alat-alat Windows dan Linux.
  4. Tidak Perlu Boot Ulang: Dalam WSL, anda tidak perlu boot ulang ke mesin virtual Linux terpisah. anda dapat mengakses distribusi Linux anda dengan cepat melalui terminal Bash atau aplikasi GUI yang kompatibel.
  5. Ringan dari Segi Sumber Daya: WSL membutuhkan lebih sedikit sumber daya daripada mesin virtual penuh. Ini berarti anda dapat menjalankan lingkungan Linux tambahan tanpa perlu mengorbankan terlalu banyak sumber daya komputer.
  6. Dukungan dan Pembaruan yang Terintegrasi: Microsoft secara aktif mengembangkan dan memperbarui WSL. Ini berarti anda akan mendapatkan pembaruan otomatis untuk kernel Linux dan fungsionalitas lainnya tanpa perlu melakukan banyak pekerjaan tambahan.

Namun, penting untuk diingat bahwa keputusan untuk menggunakan WSL atau Linux dalam VM tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi anda.

WSL biasanya lebih cocok untuk pengembangan dan tugas sehari-hari, sementara VM Linux penuh mungkin lebih sesuai untuk pengujian yang lebih mendalam atau skenario produksi yang lebih kompleks.

BACA JUGA :  Emulator Android Paling Ringan Terbaik Bisa Download Disini Ya!

Pertanyaan 6: Mengapa saya harus menggunakan, misalnya, Ruby di Linux alih-alih di Windows?

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk menggunakan bahasa pemrograman seperti Ruby di lingkungan Linux melalui Windows Subsystem for Linux daripada di lingkungan Windows:

  1. Kemiripan dengan Produksi: Saat mengembangkan perangkat lunak, sangat penting untuk memastikan bahwa kode anda dapat berjalan dengan baik di lingkungan yang serupa dengan produksi. Dalam banyak kasus, server produksi berjalan pada sistem operasi Linux. Dengan menjalankan bahasa seperti Ruby di lingkungan Linux melalui WSL, anda dapat memastikan bahwa kode anda berfungsi dengan baik di lingkungan yang mirip dengan produksi.
  2. Kesesuaian Perangkat: Beberapa alat lintas platform dan pustaka tertentu dibangun dengan asumsi bahwa lingkungan tempat mereka berjalan mirip dengan Linux. Ini termasuk kasus seperti penggunaan jalur file yang panjang atau ketergantungan pada perilaku sistem file yang spesifik. Saat menggunakan bahasa atau alat seperti Ruby, anda dapat menghindari masalah kompatibilitas ini dengan menjalankannya di lingkungan Linux.
  3. Ketergantungan Khusus Linux: Beberapa proyek atau alat memiliki ketergantungan khusus Linux. Ini bisa berupa alat atau pustaka yang hanya tersedia di Linux atau bergantung pada perilaku Linux tertentu. Saat anda menjalankan bahasa seperti Ruby melalui WSL, anda dapat memenuhi ketergantungan ini tanpa harus mengompilasi ulang atau mengonfigurasi ulang proyek anda.
  4. Lingkungan yang Terisolasi: Dalam beberapa kasus, anda mungkin ingin menjalankan bahasa atau alat di lingkungan yang terisolasi dari sistem operasi Windows utama anda. WSL memungkinkan anda untuk melakukannya tanpa harus menggunakan mesin virtual penuh. Ini adalah cara yang efisien untuk menjalankan perangkat lunak di lingkungan yang terpisah dan terkendali.
  5. Kemudahan Pengujian Cross-Platform: Saat mengembangkan perangkat lunak yang ditargetkan untuk berjalan di berbagai platform, menjalankannya di lingkungan Linux melalui WSL memungkinkan anda untuk dengan mudah menguji kinerjanya di lingkungan yang sesuai dengan Linux tanpa perlu mengganti mesin virtual atau sistem operasi.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua pengembangan perangkat lunak memerlukan penggunaan Windows Subsystem for Linux.

Pilihan untuk menjalankan bahasa seperti Ruby di WSL atau di lingkungan Windows mungkin bergantung pada proyek atau ketergantungan spesifik anda.

Yang terbaik adalah mengevaluasi kebutuhan dan preferensi anda saat memutuskan di mana anda ingin menjalankan bahasa atau alat anda.

Pertanyaan 7: Apa artinya ini untuk PowerShell?

WSL adalah tambahan yang berharga bagi ekosistem Windows, dan ini juga berdampak pada PowerShell, shell dan bahasa skrip bawaan Windows.

Dalam banyak skenario, terutama saat bekerja dengan proyek sumber terbuka, sangat berguna untuk memiliki akses langsung ke lingkungan shell Bash dari prompt PowerShell.

Ini membuka pintu bagi berbagai kemungkinan dan kolaborasi yang lebih besar antara alat-alat PowerShell dan alat Linux.

Berikut beberapa cara di mana WSL memengaruhi PowerShell:

  1. Kemampuan Cross-Platform: Dengan WSL, anda dapat dengan mudah beralih antara PowerShell dan shell Bash dalam satu lingkungan. Ini memungkinkan anda untuk menjalankan perintah dan skrip dari lingkungan yang paling sesuai dengan tugas anda. Sebagai contoh, anda dapat menggunakan PowerShell untuk administrasi sistem Windows dan Bash untuk menjalankan alat Linux.
  2. Kolaborasi yang Lebih Baik: Saat berkolaborasi dengan orang lain yang menggunakan alat Linux atau saat berkontribusi ke proyek sumber terbuka yang berjalan di lingkungan Linux, anda dapat dengan mudah mengakses shell Bash melalui WSL. Ini memungkinkan anda untuk bekerja lebih efisien dalam lingkungan yang relevan.
  3. Ekosistem yang Kaya: PowerShell adalah bahasa skrip yang kuat dengan ekosistem alat yang kaya. Dengan Windows Subsystem for Linux, anda dapat memanfaatkan ekosistem PowerShell dan ekosistem alat Linux secara bersamaan. Ini membuka berbagai skenario pengembangan dan administrasi yang lebih besar.
  4. Pengujian yang Lebih Komprehensif: Saat mengembangkan perangkat lunak yang harus berjalan di lingkungan yang berbeda-beda, anda dapat menggunakan WSL untuk menguji kode anda di lingkungan Linux yang sesuai dengan produksi. Ini memungkinkan pengujian yang lebih komprehensif dan akurat.

Dalam banyak kasus, pengguna PowerShell akan menemukan bahwa WSL adalah tambahan yang berharga bagi alat-alat mereka. Ini memungkinkan pengguna PowerShell untuk memanfaatkan teknologi Linux yang populer dan mengintegrasikannya dengan alat dan skrip PowerShell yang kuat.

Pertanyaan 8: Prosesor apa yang didukung WSL?

WSL mendukung CPU x64 dan Arm.

Dengan kata lain, jika komputer anda menggunakan prosesor dengan arsitektur x64 (64-bit) atau Arm (Arm64), anda dapat menginstal dan menjalankan WSL di sistem anda.

Ini mencakup sebagian besar komputer modern yang menjalankan Windows 10 atau versi yang lebih baru.

Selain itu, WSL juga mendukung teknologi virtualisasi jika diaktifkan di BIOS atau UEFI komputer anda.

Hal ini memungkinkan anda untuk menggunakan fitur-fitur WSL 2 yang lebih kuat yang menggabungkan teknologi virtualisasi dengan Windows Subsystem for Linux.

Sebelum menginstal WSL, pastikan bahwa komputer anda memenuhi persyaratan perangkat keras yang diperlukan, termasuk kompatibilitas CPU.

Pertanyaan 9: Bagaimana cara mengakses drive C: saya?

Salah satu fitur yang berguna dari WSL adalah kemampuannya untuk mengakses drive Windows lokal anda dengan mudah.

Ini memungkinkan anda untuk berbagi file antara sistem operasi Windows dan distribusi Linux anda.

Drive Windows biasanya dipasang di bawah direktori /mnt di dalam distribusi Linux anda.

Drive C: anda, yang biasanya berisi sistem operasi Windows dan file penting, akan terpasang di bawah /mnt/c.

Misalnya, untuk mengakses drive C: dari dalam distribusi Linux anda, anda dapat membuka terminal Bash dan menjelajah ke direktori /mnt/c.

Perintah berikut akan membawa anda ke direktori C::

cd /mnt/c

Setelah anda berada di dalam direktori C:, anda dapat menjalankan perintah Linux atau mengedit file menggunakan perangkat lunak Linux dengan akses langsung ke file-file Windows.

Ini memungkinkan anda untuk menggabungkan pekerjaan anda di antara kedua sistem operasi dengan sangat mudah.

Pertanyaan 10: Bagaimana cara menyiapkan WSL di Windows saya?

Untuk menyiapkan WSL di Windows, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan Windows Telah Diperbarui: Pastikan Windows anda sudah diperbarui ke versi yang paling baru. WSL lebih baik didukung dalam versi Windows 10 dan Windows 11. Pastikan juga bahwa fitur virtualisasi diaktifkan di BIOS atau UEFI komputer anda jika anda ingin menggunakan fitur-fitur WSL 2 yang kuat.
  2. Aktifkan WSL: Buka PowerShell atau Command Prompt dengan hak akses administrator. Kemudian, jalankan perintah berikut untuk mengaktifkan fitur Windows Subsystem for Linux:
    dism.exe /online /enable-feature /featurename:Microsoft-Windows-Subsystem-Linux /all /norestart
  3. Unduh dan Instal Distribusi Linux: Kunjungi Microsoft Store dan cari distribusi Linux yang anda inginkan (misalnya, Ubuntu, Debian, atau OpenSUSE). Unduh dan instal distribusi tersebut melalui Microsoft Store.
  4. Setel Username dan Password: Setelah instalasi selesai, anda akan diminta untuk membuat username dan password untuk akun Linux anda. Ini akan menjadi akun yang anda gunakan saat masuk ke distribusi Linux.
  5. Mulai Distribusi Linux: Setelah akun anda dibuat, jalankan distribusi Linux yang anda instal dari menu Start atau dengan menjalankan perintah di PowerShell atau Command Prompt, misalnya:ubuntu
    Ini akan membuka shell Linux dan anda akan dapat mulai menggunakan distribusi Linux anda di dalam Windows.
  6. (Opsional) Aktifkan WSL 2: Jika anda ingin menggunakan WSL 2, yang memiliki performa yang lebih baik dan fitur-fitur tambahan, anda perlu mengaktifkannya. Jalankan perintah berikut di PowerShell dengan hak akses administrator:dism.exe /online /enable-feature /featurename:VirtualMachinePlatform /all /norestart
    Kemudian, atur WSL 2 sebagai versi default dengan perintah: wsl --set-default-version 2
    Setelah itu, anda dapat mengonversi distribusi Linux yang sudah ada ke WSL 2 dengan menjalankan perintah:wsl --set-version <distro-name> 2
    Pastikan untuk mengganti <distro-name> dengan nama distribusi Linux anda.

Setelah menyelesaikan langkah-langkah ini, anda akan memiliki WSL yang berjalan di Windows dan anda dapat mulai menjalankan distribusi Linux favorit anda di dalamnya.

Catatan: Panduan ini berdasarkan pada informasi yang tersedia hingga September 2021. Detail konfigurasi dan langkah-langkah mungkin berubah seiring dengan pembaruan Windows dan Windows Subsystem for Linux, jadi pastikan untuk memeriksa dokumentasi terbaru dari Microsoft jika anda menghadapi masalah atau memiliki pertanyaan lebih lanjut.


Rijal Fahmi Mohamadi

Rijal Fahmi Mohamadi

Memulai karir sebagai Software Engineer, tapi sekarang menjadi pecinta dunia Digital Marketing dengan skill utama: SEO ( Search Engine Optimization ), Menulis, Search Engine Marketing (SEM), Media Sosial dan SEO Data Analisis. Saya suka bekerja secara remote, membantu bisnis berkembang untuk meraih laba dengan kemampuan yang saya miliki. PS: Meskipun Software Engineer bukan profesi utama lagi, namun saya masih bisa coding lho! Saya masih bisa coding bahasa pemograman PHP, dan sedang serius belajar Phyton untuk analisis data.
https://catperku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *