Cara Mempercepat Loading Blog Untuk Blogger Pemula!

Bagaimana cara mempercepat loading Blog untuk Blogger pemula agar website atau blognya lebih cepat terbuka? Baik pengguna WordPress atau Blogger pasti deh pengen websitenya cepat buat dibuka. Soalnya kalau website atau blog pribadi kita lambat terbuka, pembaca bakalan kabur.

Memang sih, cara membuat pembaca betah dengan website kita itu ya dengan membuat konten yang bagus. Tapi kalau website atau blog kita loadingnya cepat, mereka akan tambah betah juga.

Karena sudah pasti kalau sebuah website itu bisa dibuka dengan cepat di jaringan internet Indonesia yang “seadanya”, pengunjung akan setia untuk kembali lagi. Digabungkan dengan konten yang bagus, sudah tentu akan menjadi lebih sempurna

Karena itu bloggerpi.com akan berbagi cara mempercepat loading blog Agar lebih cepat terbuka

Tapi sebelumnya, harus tau dulu sih standard blog yang cepat itu seperti apa ya. Mari kita bahas!

Cara Mempercepat Loading Blog Untuk Blogger Pemula!

Seberapa cepat sebuah website Atau Blog dianggap cepat?

Jadi seberapa cepat sebuah website agar dianggap cepat? Untuk mempermudah, saya menggunakan standard dari hasil riset tim Google mengenai kecepatan website disini saja ya.

Karena selain untuk membuat pengunjung nyaman, loading website blog yang cepat juga bakal mempengaruhi hasil SERP. Singkatnya, kalau mau mendapat posisi halaman pertama di hasil pencarian Google, pastikan website atau blog kamu bisa loading dengan cepat sesuai standard Google.

Nah, jadi menurut hasil riset tim Google pada 10 ribu lebih website:

53% pengunjung akan langsung pergi jika sebuah website atau blog perlu waktu lebih lama dari 3 detik untuk terbuka. Itu artinya paling tidak website kamu harus bisa terbuka dengan sempurna sebelum 3 detik.

Dari hasil riset Google diatas, sudah terlihat betapa pentingnya kamu tahu cara mempercepat loading Blog. Lalu, saya juga pernah membaca hasil riset mengenai kecepatan website ini di blog moz.com disini. Saya banyak belajar mengenai SEO dari blog moz.com, jadi hasil riset mereka layak untuk dijadikan acuan. Menurut mereka:

  • Jika website atau blog kamu bisa terbuka dalam 0,8 detik, itu berati website atau blog kamu jauh lebih cepat dibandingkan 94% website/blog lainnya yang ada di Internet.
  • Jika website atau blog kamu bisa terbuka dalam 1,7 detik, itu berati website atau blog kamu jauh lebih cepat dibandingkan 75% website/blog lainnya yang ada di Internet.
  • Jika website atau blog kamu bisa terbuka dalam 2,9 detik, itu berati website atau blog kamu jauh lebih cepat dibandingkan 50% website/blog lainnya yang ada di Internet.
  • Jika website atau blog kamu bisa terbuka dalam 5 detik, itu berati website atau blog kamu jauh lebih cepat dibandingkan 25% website/blog lainnya yang ada di Internet.

Dari hasil riset Google dan MOZ tadi, kalau disimpulkan berarti sebuah website yang cepat adalah yang loadingnya dibawah 3 detik. Lalu bagaimana cara mempercepat loading Blog agar sesuai dengan standard riset tersebut. Mari coba dibahas deh! Tapi sebelumnya…

BACA JUGA :  Alasan Saya Kembali Tinggal Di Desa, Juga Suka Duka Tinggal Dan Bekerja Dari Desa

Kalau Mau Mulai Optimasi Kecepatan Blog Atau Website Kamu? Baca Dulu Cara Cek Kecepatan Website Disini!

Tentunya sebelum kamu mulai menerapkan cara mempercepat loading Blog yang akan dibahas dibawah, tentu kamu harus tahu seberapa cepat blog kamu terlebih dahulu. Untuk mengetahui hal tersebut, biasanya saya menggunakan tools sebagai berikut dibawah.

1. PageSpeed Insight Google

PageSpeed Insight Google Bloggerpi

Karena target saya adalah mendapatkan halaman pertama pada mesin pencari Google, jadi tools dari Google selalu mendapat urutan pertama. Produk Google sudah tentu produk Google juga yang lebih memahami.

PageSpeed Insight dari Google ini cukup mudah dipahami dengan memberikan hasil akhir dengan skor antara 0-100 point. Jadi buat blogger pemula sekalipun akan memahaminya dengan cepat.

Kamu bisa fokus ke cara mempercepat loading Blog saja, tidak perlu belajar terlalu lama untuk memahami tools untuk cek kecepatan website dari Google ini. Saya sendiri tidak mengejar angka sempurna disini, asal hasil test PageSpeed Insight diatas 90 sudah bagus.

Tentu saja kalau kamu juga ingin memahami lebih lanjut, kamu bisa membaca hasil diagnosa dari PageSpeed Insight. Disini kamu bisa mengetahui bagian mana saja yang harus diperbaiki.

2. Pingdom Website Speed Test

Tools untuk cek kecepatan website ini adalah alternatif dari PageSpeed Insight. Saya menggunakan ini untuk membandingkan hasil dari PageSpeed Insight. Kalau hasilnya kurang lebih sama, itu berarti optimasi yang saya lakukan sudah benar.

Pingdom Website Speed Test ini juga memberitahukan hasil diagnosa seperti PageSpeed Insight. Jadi kamu juga bakal tahu bagian mana saja yang perlu diperbaiki agar website kamu lebih cepat.

3. GT Metrix

Ini adalah tools terakhir yang sering saya gunakan sebelum menerapkan beberapa tips cara mempercepat loading Blog. Sama seperti kedua tools sebelumnya, GT Metrix juga memberikan skor penilaian beserta rekomendasi bagian mana saja yang bisa kamu perbaiki.

Sebenarnya selain 3 tools diatas masih ada beberapa tools lain yang bisa digunakan untuk cek kecepatan website. Hanya saja 3 tools diatas sudah lebih dari cukup buat saya.

Lalu Kamu Bisa Terapkan Beberapa Metode Ini Untuk Mendapatkan Hasil Yang Diharapkan!

Ini adalah beberapa rekomendasi saya yang bisa kamu terapkan pada blog kamu.

1. Kalau Enggak Mau Urus Server Atau Hosting Sendiri Gunakan Blogger Atau Blogspot

Untuk blogger pemula yang baru mengenal blog dan ingin fokus ke membuat konten, sebaiknya memang menggunakan Blogger atau Blogspot saja. Karena secara otomatis platfrom blog dari Google tersebut memang sudah cepat.

Sudah pasti server yang dikelola oleh google kecepatannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Jadi kamu bisa fokus untuk belajar membuat konten yang bagus, tanpa perlu pusing memikirkan kecepatan website kamu bagaimana.

Tinggak pakai template blogspot yang responsive, mobile friendly dan ringan sudah lebih dari cukup untuk membuat blog pribadi yang bisa dibuka dengan cepat.

Jadi kamu tinggal fokus bagaimana menerapkan optimasi SEO atau Search Engine Optimization agar blog kamu bisa mendapatkan peringkat yang bagus pada hasil pencarian Google Search Indonesia.

2. Gunakan Theme, Template Modern Dan Enteng Hingga Gunakan Google AMP

Salah satu cara untuk mempercepat loading Blog adalah dengan menggunakan template modern yang enteng, responsive dan mobile friendly. Karena biasanya template modern dibuat dengan standard teknologi terbaru yang responsif dan ramah untuk dibuka dari ponsel.

Jadi kalau kamu menggunakan template jadul yang jarang diperbaharui oleh pembuatnya, sudah waktunya untuk ganti deh. Biasanya kalau ada template atau them yang tidak diupdate sampai 2 tahun, saya pasti rencanakan untuk diganti .

Lalu penggunaan Google AMP juga merupakan satu cara untuk mempercepat loading Blog. Dengan penerapan yang benar, sebuah AMP Website bisa dibuka dalam waktu kurang dari satu detik!

Untuk yang belum tahu, Google AMP ini adalah sebuah teknologi yang dibuat dengan tujuan agar halaman website bisa dibuka dengan cepat pada perangkat seluler atau mobile. Selengkapnya mengenai teknologi Google AMP saya bahas pada tulisan terpisah saja ya.

BACA JUGA :  Kritik Pemerintah Terus, Nggak Takut Kehilangan Job Blogging!?

3. Pengguna WordPress Self Hosted, Jangan Sampai Salah Pilih Penyedia Hosting

Saya menggunakan WordPress Self Hosted dari tahun 2008, bahkan sebelum saya akfit sebagai blogger dan travel blogger di catperku.com. Tantangan terbesar saya dari dulu adalah menemukan hosting yang tepat untuk website WordPress saya.

Cukup sering saya pindah hosting setelah tahu server penyedia hosting yang saya gunakan ternyata lambat dan tidak memenuhi kebutuhan saya. Karena kecepatan dan kestabilan server ini akan mempengaruhi kecepatan loding website juga.

Shared hosting tentu tidak cukup buat saya, sehingga akhirnya saya berkenalan dengan yang namanya VPS dan kemudian saya setting server VPS sendiri. Untuk penyedia Cloud VPS yang saya gunakan adalah linode, 2 tahun lebih saya menggunakan VPS di Linode.com tanpa ada masalah.

Jadi salah satu cara mempercepat loading Blog yang menggunakan WordPress Self Hosted adalah tidak salah memilih penyedia hosting. Baru selanjutnya jangan sampai salah pilih webserver stack.

Untuk Webserver stack sendiri, saya mempercayai arsitektur Nginx + Varnish + Apache + CWP. Untuk cost atau biaya yang murah karena tak perlu beli lisensi, konfigurasi ini adalah yang terbaik menurut saya.

Cara Mempercepat Loading Blog Untuk Blogger Pemula! - Khusus untuk WordPress Self Hosted, gunakan server atau hosting yang handal!
Khusus untuk WordPress Self Hosted, gunakan server atau hosting yang handal!

4. Gunakan Plugin WordPress Seperlunya Dan Pastikan Selalu Terupdate

Karena banyak blog pribadi menggunakan WordPress, jadi saya menyebut plugin WordPress disini. Penggunaan plugin pada WordPress ini memang mempermudah para blogger untuk menambah fitur pada blog atau website tanpa perlu bisa coding.

Masalahnya tidak semua plugin dibuat dengan baik, tidak semua plugin diupdate dengan rutin. Biasanya plugin yang tidak terupdate dan dibuat dengan buruk ini bisa memperlambat website atau blog kamu.

Makanya salah satu cara untuk mempercepat loading blog WordPress adalah dengan menggunakan plugin secara bijak, dan pastikan plugin tersebut rutin diupdate mengikuti perkembangan WordPress.

Seperti yang kita tahu, WordPress ini adalah platform yang aktif diperbaharui mengikuti perkembangan teknologi Website terbaru. Jadi kalau plugin WordPress yang kamu gunakan jarang diperbaharui, sebaiknya kamu segera cari penggantinya.

Kalau untuk daftar plugin WordPress terbaik yang bisa kamu gunakan di blog pribadi kamu, kapan-kapan saya akan menulisnya disini. Jadi silahkan ikuti atau subscribe blog ini biar tidak ketinggalan ya!

5. Salah Satu Cara Mempercepat Loading Blog Adalah Dengan Tidak Memasang Terlalu Banyak Iklan

Saya tahu, mungkin iklan seperti Google Adsense adalah salah satu penghasilan kamu. Faktanya iklan dari Google Adsense ini memang menyumbang cukup banyak pendapatan blogger dan youtuber.

Tapi sayangnya iklan dari Google Adsense ini juga menjadi salah satu faktor yang bisa memperlambat website atau blog kamu. Jadi ya sebaiknya para blogger bijak dalam menempatkan iklan.

Tipnya sih jangan terlalu banyak pasang iklan sehingga membuat loading blog menjadi berat. Lalu seberapa banyak iklan yang harus dipasang agar blog tidak berat, tapi penghasilan juga tidak berkurang?

Tiap website atau blog tentu berbeda konfigurasinya, untuk ini harus mencoba-coba setiap konfigurasi yang bisa diterapkan pada website atau blog kamu sendiri.

Saya sendiri tidak memasang iklan pada halaman home bloggerpi.com. Karena dari hasil riset, halaman home tidak menyumbang banyak penghasilan. Lalu saya ingin membuat halaman home semenarik mungkin dan bebas iklan agar pengunjung betah untuk membuka halaman lainnya.

6. Gunakan CDN (Content Delivery Network)

Menggunakan CDN atau Content Delivery Network ini adalah salah satu cara mempercepat loading blog dengan membagi beban files yang dibuka dari website kita.

Dengan menggunakan CDN itu artinya files foto atau video tidak selalu diambil dari server blog kita. Jadi server tidak terbebani, karena files tadi akan dibuka atau diambil dari server CDN yang terdekat dengan lokasi pengguna.

Untuk beberapa CDN atau Conten Delivery Network gratisan yang bisa kamu pasang dan gunakan di blog pribadi kamu adalah sebagai berikut:

BACA JUGA :  Apakah Covid19 Mengakhiri Karir Travel Blogger, Travel Vlogger Dan Travel Influencer?

Semua yang saya sebutkan diatas pernah/masih saya gunakan. Untuk lebih detailnya akan saya bahas pada tulisan tersendiri saja. Karena bakal cukup panjang pembahasannya.

7. Gunakan Caching Pada Blog Atau Website

Kalau budget tak terbatas, sebenarnya cara mempercepat loading blog website adalah dengan scale up, menggunakan server dengan spesifikasi bagus. Kekurangannya, server yang bagus sudah tentu lebih mahal.

Untuk itulah sebelum scale up atau upgrade server, sebaiknya gunakan strategi caching yang benar dulu pada blog. Untuk cara strategi caching yang baik menurut pengalaman saya akan saya bahas pada tulisan tersendiri.

Namun secara singkat, caching pada blog atau website itu kira-kira seperti ini:

  • Page Caching. Ini adalah metode caching dengan membuat halaman statis dari halaman dinamis. Dengan begitu setiap kali halaman tersebut dibuka, tidak perlu lagi query data ke database, tapi langsung menampilkan static html file dari server. Pada WordPress strategi caching ini biasanya menggunakan plugin seperti WP Super Cache, WP Rocket, dan beberapa plugin caching lainnya.
  • OPcode Caching. Ini adalah strategi caching untuk kode PHP. WordPress sendiri dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Jadi, dengan menggunakan OPCode Caching, eksekusi kode PHP di wordpress akan lebih cepat.
  • Object Caching. Salah satu cara untuk mempercepat loading website adalah meminimalkan query database yang ada di hardisk. Untuk itulah perlunya menerapkan strategi Object Caching ini. Dengan begitu query berulang tinggal dilakukan di memory. Aplikasi seperti Memcached dan Redis adalah yang biasa digunakan untuk strategi caching ini.
  • Server Side Caching. Ini adalah strategi caching dengan membuat file static pada level server. Untuk aplikasi yang digunakan biasanya adalah Varnish Cache dan Nginx Cache.

8. Optimasi File Gambar Dan Aktifkan Fitur Gzip Compression

Bloger pemula biasanya enggak memikirkan ukuran file gambar atau foto pada konten atau tulisan di blog mereka. Bahkan ada juga yang upload file gambar berukuran besar langsung dari kamera.

Ini adalah cara yang kurang benar. Karena sebaiknya sebelum diunggah, gambar dioptimasi dulu agar tidak memberatkan server dan menghemat bandwidth. Tentu saja gambar berukuran besar akan membuat loading website menjadi lambat.

Karena itu optimasi file gambar adalah cara untuk mempercepat loading blog. Kalau standar saya, ukuran gambar maksimal adalah 200 kb, lebih kecil lebih baik. Ditambah dengan penggunaaan CDN, tentu loading blog atau website akan semakin cepat.

Untuk optimasi ukuran gambar bisa menggunakan plugin wordpress seperti Smush, atau aplikasi dekstop seperti PhotoScape dan Adobe Lighroom untuk optimasi gambar dalam jumlah banyak. Lalu aktifkan juga Gzip Compression agar file yang diberikan pengunjung dari blog kita diperkecil terlebih dahulu.

9. Gunakan Lazy Load Images Plugin

Ini adalah salah satu trik cara mempercepat loading blog dengan tidak menampilkan semua gambar pada sebuah halaman secara sekaligus. Itu artinya ketika sebuah halaman blog dibuka, tidak semua gambar yang ada disitu langsung diunduh.

Gambar yang belum tampil dilayar tidak akan dibuka atau diunduh. Hanya ketika gambar tersebut tampil karena kamu scroll halaman saja kan diunduh dan ditampilkan.

Pada wordpress, kamu tinggak menggunakan plugin yang mendukung fungsi ini. Kalau kamu menggunakan plugin seperti Jetpack, fitur lazy load images sudah tersedia. Atau kamu juga bisa mencari plugin lain dengan kata kunci “lazy load”.

***

Nah, diatas adalah beberapa tips cara mempercepat loading Blog agar bisa terbuka dengan lebih cepat. Semoga tips sederhana ini bisa bermanfaat buat kamu yang membutuhkannya ya. Kalau ada kurang atau mau menambahkan, silahkan berkomentar pada kolom komentar yang ada dibawah!

 

 


fahmi@bloggerpi.com

[email protected]

Penggunaan foto atau pengutipan dari Bloggerpi.com diperbolehkan, asal disertai dengan linkback aktif. Jika ditemukan penggunaan foto atau pengutipan tanpa linkback ke Bloggerpi.com, akan beresiko dihapus oleh google lewat pelaporan DMCA. Bloggerpi.com dilindungi oleh DMCA.
https://catperku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *